Carilah Sisi Baik Dari Orang Lain
Satu-satunya hal yang akan ditunjukkan oleh orang lain, bila kita
meminta, adalah sisi baiknya. Orang cenderung menutupi kelemahannya.
Orang selalu berharap kebaikannya bisa dirasakan oleh orang lain.
Bila
kita memuji dengan tulus kebaikan seseorang, ia akan berbuat lebih baik
lagi. Bila kita menunjukkan minat dan penghargaan pada karya seseorang,
ia akan melakukan lebih bagus lagi.
Jadi, untuk apa mencari
sisi buruk orang lain. Ini bukan saran agar kita menjadi menyenangkan
dan disukai oleh orang. Namun, agar kita bertindak efektif, produktif
dan efisien. Bukankah tujuan manajemen kita adalah menggali apa yang
lebih baik dari organisasi kita?
Bila kita mencela lukisan anak
TK, ia takkan menggambar lagi untuk kita. Bila kita mencemooh hasil
kerja tukang batu, ia takkan memenuhi panggilan kita lagi. Mencari sisi
baik orang lain, bukan sekedar memuji.
Namun memberikan kepercayaan. Hanya orang yang percaya yang mau mengeluarkan seluruh kemampuannya.
Pada
akhirnya, dengan mencari sisi baik orang lain, kita akan menemukan sisi
baik kita sendiri. Yaitu, kita mampu menemukan hidup yang penuh
kebaikan.
Carilah Kesadaran Dalam Diri Kita
Akuilah bahwa kita takkan memiliki semua jawaban atas pertanyaan hidup
ini. Hidup tak sekedar pertanyaan. Hidup adalah misteri. Mudahnya, kita
tak perlu mencari semua jawaban. Carilah kesadaran akan diri kita.
Kita
adalah sosok unik yang tercipta dari keputusan dan pengalaman hidup,
bagaimana kita akan menggunakan cermin orang lain untuk menemukan
kesadaran akan diri sendiri.
Dan perjalanan terpenting bagi
setiap manusia adalah perjalanan ke dalam hati, menemukan diri sejati.
Semakin tinggi kita mendaki bukit, kita tiba di kaki gunung. Semakin
tinggi kita mendaki gunung, kita tiba di kaki mahameru.
Semakin
tinggi kita memanjat mahameru, kita tiba di kaki langit. Kini kita tak
mungkin mendaki lagi, kita perlu terbang melayang. Hingga seperti Icarus
yang lebur dalam sentuhan cahaya matahari.
Hiasilah Ucapan Kita Dengan Senyum
Tersenyumlah…karena senyuman akan meluluhkan banyak hal. Ia
menghangatkan kepalan tangan yang menggigil. Ia menyejukkan dada yang
membara.
Tak cukup kita hanya berkata-kata, lebih baik kita
meriasnya dengan busana terindah; yaitu senyuman. Tersenyumlah saat
bertatap muka, berbicara di telepon, atau menulis surat bahkan saat
sedang nge-Blog sekalipun
Kita akan
dikejutkan betapa hebatnya secarik senyuman mengubah diri kita dan orang
lain. Senyuman adalah bahasa bibir yang langsung mengetuk hati.
Entah
darimana anak-anak belajar melukis wajah matahari pagi dengan
selengkung senyum. Mungkin mereka tahu, segarnya senyuman tak kalah dari
segarnya matahari pagi.
Mungkin pula mereka teringat, semasa
bayi dahulu, para orangtua rela berjungkir balik atau menampakkan mimik
lucu mereka, demi sebuah senyuman tulus seorang bayi.
Atau,
mungkin anak-anak itu mengajari kita bahwa memulai hari dengan senyuman
jauh lebih berharga daripada memikirkan rencana-rencana lain. Cobalah.
Bukan Hanya Mendengar, Tetapi Dengarkan
Dengarkan, bukan hanya mendengar, namun kita harus mendengarkan.
Mendengarkan adalah menyengaja mendengar. Berikan perhatian yang tulus
pada saat orang lain berbicara.
Kita harus membekukan lidah dan
menutup rapat-rapat bibir kita. Orang terbiasa hidup dalam keriuhan yang
terjadi di luar dan dalam diri mereka.
Mendengarkan adalah
berusaha mensepikan diri dalam kita dari perkataan kita sendiri. Tak
perlu menyepakati atau menolak ucapan orang lain. Karena mendengarkan
bukanlah menilai.
Mendengarkan menangkap fakta sepolos mungkin
tanpa penilaian apa-apa. Tunggulah hingga orang lain selesai berbicara.
Berikan komentar setelah kita yakin kita mendengarkan dengan seksama.
Mendengarkan
adalah kualitas untuk hidup dalam ketenangan. Bila kita bersedia
mendengarkan kita akan mendengar suara-suara yang tak terucapkan.
Hembusan nafas, degub jantung, gemeretak otot, semilir rambut, adalah suara-suara jujur yang tak terucapkan lewat kata-kata.
** Kita
dianugerahi sepasang telinga untuk mendengar, dan sebongkah hati untuk
mendengarkan. Gunakan itu, maka kita akan menemukan rahasia-rahasia yang
tersembunyi, termasuk spasi di antara dua buah kata.
No comments:
Post a Comment