Monday, August 22, 2011

Perjalanan



Terbang dengan merentang kedua sayap membujur diantara hembusan angin yang menerpa, sesekali mengepak sayap memacu bersama tiupan angin, melayang-layang di bentangan alam. Bulu-bulunya begitu halus, sehalus kain sutra, seindah bintang di langit yang memancarkan kemilauan cahaya.

Kepakan sayapnya membelah rintangan yang menghadangnya,
mengarungi lautan kebebasan, melesat laksana anak panah yang terlepas dari busur, melintasi jazirah alam. 

Sayap kanan di sanggga oleh tulang-tulang dilapisi kulit yang indah sehingga di gelari Keagungan, sedangkan sayap kiri ikut menopang untuk menjaga keseimbangan dan
diberi nama Kebenaran Membongkar sendi-sendi yang telah diletakan.

Perjalanan telah menghantar Ke depan pintu pengertian

Putaran bumi yang diikuti Menuntun ke tempat bersarangnya pengetahuan Yang telah dibalut dengan lapisan tipis Yang terukir pada dinding Dan terpahatkan pada tembok Dan menjadi mahkota di kepala Tempat terang terbenam

Belum cukup menjadi persinggahan
Tetesan embun pagi belum cukup mengenyangkan
Liang yang di gali menjadi tempat menimbun

Saat petang datang menghampiri di penghabisan usia, dan mengunjungi di ujung tarikan nafas
Akan kamu berlari menyelamatkan
Akan kamu menyembunyikan

Menyisiri pesisir pantai melepaskan kegirangan dengan bermain bersama ombak yang bergulung-gulung bagaikan gerombolan anak rusa yang turun dari pegunungan, deburan ombak terasa akrab bagaikan saudaranya.

Masuklah ke dalam lautan dunia ini agar dapat melihat dasarnya

Hingga cukup ringan muncul ke atas
Pandanglah alam ini…
Jangan membawa masuk melainkan keluar
Lepaskan ikatan
Agar menjadi bagiannya

Tak terasa telah terbang, melakukan maneuver dengan kelincahan sayap-sayapnya, langit turut gembira menyasikkan kemahiran, nafas bumi dam sepoi angin turut membantu gerakannya, putaran bumi telah melewati separoh hari, saat itu cakrawala memperlihatkan wajahnya dengan rona kejinggahan di ufuk barat, mengisyaratkan segera pulang menuju tempat yang menjadi perlindungan di waktu malam

Perjalanan pulang ke batas perpisahan di iringi senyum kemerahan di kaki perbatasan
Berjubah kelabu, menyertai kepergian dan terbaring dalam pangkuan kaki bumi
Pasukan malam menyambut penuh girang menghias malam di setiap lipatan langit
Dari punggung gunung lolongan anak serigala membelah kesunyian sampai menyusup belahan dinding pegunangan hingga lenyap di dasar lembah

Memberikan kabut sebagai selimut malam mendampingi saat terbuai dalam tidur
Datang berselubung kelam Membungkus lapisan langit dalam halimun
Tak akan beranjak Sebelum embun diatas daun meninggalkan jejak diatas permukaan bumi.

Dari situ, berdiri diantara gunung-gunung dengan wajah yang berseri-seri, dari raut mukanya memancarkan garis sinar kemerahan menyapu ke gugusan pegunungan, sementara itu berkas cahaya naik ke atas mengikuti sumbu bumi, bergerak terus ke atas menuju telaga, percikan
air dari telaga memecah keheningan hingga ke dinding tebing, walaupun kabut di sekeliling telaga belum beranjak dari permukaan, hembusan angin dari cela gunung memisahkan kabut dari telaga, saat itu cahaya menembus celah tebing meluluhkan kebekuan kabut agar segera menghilang.

Benih yang jatuh di pinggir jalan tak akan sia-sia

Disitu ada kekuatan yang tumbuh Bersatu pada bagian dalam dengan bagian luar
Disitu tidak ada lagi yang lain Karena bagian dalam dan bagian yang luar menyatu
Semua itu dalam keadaan nyata dan sadar Itulah keindahan yang paling indah Bergerak mengikuti dorongan kekuatan cahaya

Berjalan mengikuti keinginan akan cintatidak dapat di jaring oleh pikiran ataupun di jerat oleh ungkapan, akan tetapi dapat menggerakan, memainkan melodi indah, gerakan ini menimbulkan gelombang yang akan megeluarkan hasrat untuk melihat keindahan, dan menghasilkan percikan api yang menghidupkan semangat dan menerima kenyataan ini dalam
kesederhanaan.

Kenalilah dalam kesederhanaanya, sebab dengan demikian akan mengajari untuk memeluk keindahan yang tidak memiliki batas, masuk dengan jiwa suci dan tinggal disitu hingga dorongan perasaan akan menangkap makna kebenaran yang di rasakan dan membawa pergi dalam kekuatan yang akan tumbuh terus dan tak akan pernah mati, karna memiliki kekuatan yang tak terbatas, tak termakan oleh waktu, wajahnya akan berubah-ubah, akan tetapi meliki jalan sendiri untuk menyatatakan dan memberi warna yang lahir dari ketulusan jiwa, apa yang ada di sana adalah apa yang ada di sini, tidak pergi kesana untuk di bawa kemari melainkan, beranjak dari sini, saat ini juga, apa yang ada didalam jauh lebih besar dari apa yang pernah dibayangkan karna tidak dapat ditulis, ataupun diukir dalam kata-kata, apa yang di dalam membuka gerbang pengetahuan untuk melihat semuanya dan tidak meninggalkan seorang diri di dalam dunia ini, akan tetapi menemani dalam segala
wujud, demikian wujud yang di dalam akan bergerak mengikuti cahaya, dunia tidak dapat mengenalnya karna tidak berasal dari dunia ini melainkan dari dalam, dunia tidak dapat melihatnya karna kabut menutupi penghihatan, dunia tidak dapat menerima wujudnya karena dunia ada seperti lembaran kain yang terbentang ..

Sudah ada sebelum dunia ini diciptakan
Memanggil sejak dalam kandungan
Memberi wujud dalam kehidupan tidak memberi dan tidak juga mengambil
tidak memiliki satu warna namun mewakili semua warna dan pengejewantahan di dalam kehidupan Agar memiliki makna, memiliki arti Tidak memiliki motif

Satu-satunya keinginan adalah menjadi dirinya apa-adanya
Sebab tempatnya kekal rumahnya abadi...

No comments:

Post a Comment