Wednesday, August 24, 2011

Menjadi Pribadi Yang Tangguh

Kesulitan Membawa Kita Pada Keberhasilan

Kita semuanya tahu bahwa perjalanan ini tak mudah. Cepat atau lambat 
kita akan melintasi daerah yang berbatu, licin dan terjal. Kita
menyebutnya sebagai masa sulit.


Bagaimana cara kita mengatasinya, menentukan apakah kita bisa terus melangkah di jalan keberhasilan atau tidak.

Rintangan
tampak bagai wajah yang menakutkan, hanya bila kita memalingkan
pandangan dari tujuan. Tapi, bagaimana kita bisa sampai di ujung
cakrawala bila terhenti di situ.


Bukankah seorang murid saja
harus menempuh ujian agar bisa naik kelas. Bahkan, agar bisa tetap
berada dalam kelas pun ia harus menunaikan pekerjaan rumahnya setiap
malam.


Kita mendapatkan intan yang terbaik dengan menggosoknya. 
Pedang yang tajam tercipta karena tempaan dan panas yang melelehkan.
Begitu pula, kesejatian kita takkan terujud bila tak diuji dengan
kesulitan.

                                             ************************

Kalahkan Diri Kita, Bukan Orang Lain

Kemenangan kita bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan kita atas diri kita sendiri.

Berpacu
di jalur keberhasilan kita adalah pertandingan untuk mengalahkan
ketakutan, keengganan, keangkuhan dan semua beban-beban yang menambat
diri kita di tempat start kita. Jerih payah kita untuk mengalahkan orang
lain sama sekali tak berguna.


Motivasi bukan lahir karena rasa 
iri, dengki atau dendam pada orang lain. Kita tahu, keberhasilan sejati
akan memberikan kebahagiaan sejati. Sedangkan kebahagiaan sejati tak
mungkin diraih oleh motivasi yang ternoda.


Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju orang lain.

Pelari
yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah orang
lain akan menyusulnya. Inilah pelari sejati yang mengejar perbaikan
diri. Ia tidak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya.


Ia 
mencurahkan diri untuk memecahkan rekornya sendiri. Ia ingin lebih baik.
Ia berkompetisi dengan dirinya sendiri bukan dengan orang lain. Dengan
demikian ia merasa tak perlu melakukan kecurangan-kecurangan atau
trik-trik agar orang lain terkalahkan.

                                          *****************************

Jangan Pandang Hutan Dari Semaknya

Tak ada sesuatu dalam hidup ini yang perlu ditakutkan. Kita hanya perlu
untuk mengerti. Ketakutan berasal dari keterbatasan pikiran. Bukalah
pikiran untuk memahami ketakutan kita. Maka kita akan menemukan
keberanian untuk menghadapinya.


Jangan sembunyikan, tunda atau 
berhenti untuk memecahkan masalah kita. Karena bahayanya bukan karena
masalah itu semakin membesar, namun pikiran kita yang semakin kerdil;
pandangan kita yanng semakin sempit.


Berjalan menuju keberhasilan
kita adalah berjalan di hutan lebat. Jangan berhenti hanya semak
belukar. Dan jangan pandang hutan dari semaknya belaka. Kita harus mampu
melewatinya.


** Sekali kita mampu mengatasi ketakutan, kita
memiliki ketahanan untuk menghadapi kesulitan serupa. Pahami bahwa semua
itu sangat baik bagi kekuatan kita untuk menghadapi kesulitan yang
lebih besar.


@@@@@@@@@@@


Ketika kita bercermin pagi ini, yakinlah bahwa sosok yang kita temui di
sana adalah diri kita yang sempurna. Tiada cacat. Tiada kurang. Tak
perlu kita mempertanyakan mengapa kita berparas seperti itu, berwarna
kulit ini atau bertubuh demikian.

Kita telah dianugerahi sosok
terbaik; perlengkapan sempurna untuk menjalankan misi kita. Carilah
kekuatan pada diri kita sendiri. Terlalu banyak orang takut pada
bayangannya sehingga mencari bayangan orang lain.

Kita hanya
perlu mensyukuri apa yang ada pada diri kita sendiri, maka kita akan
menemukan kekuatan yang tak terbayangkan. Nilai kita adalah apa yang
kita karyakan bukan apa yang kita keluhkan.

Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau, kata pepatah. Namun, rumput di halaman sendiri jauh lebih berharga.

Hidup
ini bukan untuk mempersoalkan apa yang kita miliki, namun apa yang
dapat kita lakukan dengan apa yang kita miliki. Hidup ini terlalu
singkat untuk mencari semua jawaban, namun cukup untuk melakukan
pekerjaan.

No comments:

Post a Comment